Energi pekerja keras, #EnergiAsia.
| Gambar 4.1 : Para peserta terlihat enerjik saat mengikuti lomba batok kelapa (Dok. pribadi) |
Orang orang itu baru muncul pada saat matahari naik ke tempat tertingginya, Siang hari. Matahari sedang terik teriknya, mereka tidak peduli. Yang terpenting, semua nafsu mereka terpenuhi. Menurut mereka, mereka ini adalah pekerja keras. Pekerja yang tak pantang oleh waktu. Bagi mereka, waktu itu hanyalah sebuah angka yang tidak berharga. Tetapi nyatanya, Pagi hari yang lebih dulu bekerja untuk menyapa para insan yang katanya pekerja keras itu. Bahkan, sinar matahari pagi itu kadang belum juga bisa menyadarkan mereka. Mereka tertidur bak orang yang tak tertidur sebulan penuh.
![]() |
| Gambar 4.2 : Siswa sedang bermain di lapangan sekolah. (Dok. pribadi) |
Nasib pagi hari mungkin masih lebih baik. Ternyata nasib siang hari jauh lebih malang. Memang, para insan sudah banyak berkeliran di sana sini. Tetapi tidak semua keluar untuk bekerja. Kebanyakan hanya untuk memenuhi nafsu dirinya. Makan ini itu, beli ini itu, dan lain sebagainya. Bukan untuk bekerja atau pun memenuhi kebutuhan biologis manusia. Kehidupan millenial itu memang kejam. Teknologi, gaya hidup modern serta kemudahan bekerja adalah racun yang membuat kita menjadi pemalas. Namun bukan berarti kita harus membiarkan dan terus mengikuti arus. Arus hidup yang tidak jelas tujuannya, yg membuat kita hilang ke arah yang tak jelas.
Pekerja keras itu bukan pekerja yang hanya terpatuk oleh tugas, frustasi saat tidak bisa mengerjakan sesuatu, bermalas malasan saat ada waktu senggang. Pekerja keras adalah pekerja yang bisa membagi waktu antara bekerja dan istirahat, tidak putus asa saat menemukan masalah, dan memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya. Energi adalah cikal bakal tumbuhnya kesadaran bekerja keras. Bayangkan, jika tanpa energi, apakah sebuah lampu bisa menyala?, apakah tanpa bahan bakar sebuah mesin bisa menyala? tentu tidak. Energi bukan tercipta, tetapi dicipta di dalam raga ini. Semangat dan optimis adalah modal untuk menciptakan energi.
Teruntuk saudara sebangsa dan setanah air, jangan jadikan hasil kerja keras pahlawan kemerdekaan Indonesia itu menjadi energi semata, Buat energi itu menjadi hal yang berguna, tidak terbuang secara cuma cuma. Gunakanlah energi itu untuk mengharumkan nama bangsa di mata internasional. Buatlah energi itu untuk menjadikan kita sebagai ENERGY OF ASIA!.

0 comments:
Post a Comment