Saturday, 11 September 2021

Perbankan Digital, Kemudahan Yang Semu?

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, manusia tak henti-hentinya menggunakan peranti elektronik dalam melakukan berbagai aktivitas perbankan setiap harinya. Transfer ke sanak saudara, membayar tagihan listrik rumah, hingga melakukan tarik tunai di ATM, telepon genggam pintar – salah satu jenis peranti elektronik portabel – bisa menyediakan itu semua. Namun akhir-akhir ini, perkembangan perbankan digital khususnya di Indonesia terus mengalami pergeseran nilai dan fungsi, pada mulanya menjadikan ekosistem digital sebagai fasilitas pendukung perbankan, kini berbalik arah menjadi kebutuhan utama untuk bertransaksi sehari-hari. Dengan semakin banyak pengguna aplikasi perbankan, celah untuk terjadinya kejahatan digital pun semakin menganga.

Asal mula perbankan digital dimulai pada tahun 1980, NBS - sebuah lembaga perbankan di Inggris - meluncurkan layanan internet banking pertama di dunia. Di Indonesia sendiri, Internet Banking pertama kali diperkenalkan oleh Bank Central Asia (BCA) dengan nama KlikBCA pada tahun 2001. Sampai sekarang, perkembangan perbankan digital sudah lebih dari yang dibayangkan, percepatan implementasi transaksi non tunai akibat Pandemi Covid-19 menjadi jembatan akselerasi bagi berbagai entitas untuk lebih inovatif, khususnya di dunia perbankan. PT BCA Digital (d.h Bank Royal), menjadi salah satu contohnya. Dengan Blu sebagai branding produk, berbagai aktivitas perbankan konvensional dijadikan ringkas dengan satu alat, smartphone. Dengan sistem operasional tanpa cabang (branchless), Blu melayani pembukaan rekening, deposito, tabungan berjangka secara online. Selain Blu, masih banyak lagi contoh perbankan yang menerapkan bahkan lahir dengan sistem digital penuh (Fully-digital) diantaranya Bank Jago, Bank Neo Commerce, dan Jenius. Namun, akeselerasi itu tak diimbangi dengan sistem keamanan data yang memadai. Bedasarkan kajian statistik kejahatan siber di DKI Jakarta, pada 2011, kerugian akibat kejahan perbankan mencapai Rp 4 miliar dan $178.876,50 dengan 520 kasus. Pada 2012, jumlah kasusnya meningkat menjadi 600 kejadian dengan kerugian Rp5 miliar dan $56.448. Pada 2013, sepanjang Januari-Maret, kerugian masyarakat sudah mencapai sekitar Rp1 miliar. 

Gambar 1.1 : Ilustrasi perbankan digital
sumber : bcadigital.co.id

Selain itu, sepanjang 2018-2021 sudah banyak nasabah dari berbagai bank di Indonesia yang telah kelihangan pundi-pundinya akibat terkena tipu daya para penjahat digital. Sebut saja kasus pembobolan rekening Jenius, produk perbankan digital dari Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) yang menimpa pembuat konten sosial media, Wisnu Kumoro pada 2019 silam. Peristiwa itu diawali dengan adanya pesan singkat masuk yang ternyata berisi OTP (one time password) atau sandi sekali pakai. Sandi itu ditujukan untuk akses penambahan kontrol peranti pada akun influencer tersebut. Wisnu yang saat itu tidak pernah merasa melakukan hal tersebut langsung mengecek akunnya dan ditemukan bahwa portofolio yang ia punya di Jenius sudah diambil sebagian oleh peretas dan selanjutnya dihabiskan. Dikatakan pula bahwa Wisnu sangat sulit untuk melakukan komunikasi dua arah dengan Jenius karena terbatasnya penanganan yang hanya bisa melalui telepon pusat bantuan (Call Center). Selain dari kisah Wisnu tadi, ada banyak lagi kejadian peretasan akun perbankan digital dengan berbagai modus. Mulai dari Teknik sederhana seperti phising, penipuan dengan kedok hadiah undian, hingga ke tingkat berikutnya: duplikasi gawai dan SIM (SIM Swap) seperti yang dialami Wisnu Kumoro.

Pada akhirnya, sebagai pengguna, perlindungan lebih terhadap perbankan digital sebagai alat penunjang kebutuhan utama pada masa serba digital ini harus menjadi fokus. Sebagai tambahan, pelajari alur-alur perilaku yang mengarah pada aksi peretasan, jangan pernah menekan tautan dengan istilah yang asing. Untuk pihak perbankan, segera lakukan pembaharuan versi terkini pada sistem keamanan data bank, percepatan penggunaan blockchain juga sangat penting agar data nasabah terenkripsi dengan baik. Dengan begitu, perbankan digital diharapkan bisa memudahkan nasabah dalam kegiatan bertransaksi tanpa dibuat khawatir oleh bayang semu kejahatan digital yang semakin hari kian mengkhawatirkan.


Sunday, 3 December 2017

Energi pekerja keras, #EnergiAsia.

Gambar 4.1 : Para peserta terlihat enerjik saat mengikuti lomba batok kelapa (Dok. pribadi)
Pagi hari menjadi awal dari setiap insan untuk mempersiapkan energi. Energi untuk menopang kegiatan, setidaknya sampai siang hari. Pagi hari adalah waktu yang sakral untuk bersiap, melaju ke waktu selanjutnya. Entah mengapa pagi hari hanya ramai pada hari kerja. Jika hari libur telah tiba, pagi hari ditinggalkan. Hanya sedikit orang yang muncul untuk beraktivitas. Dibiarkan sepi jalanan, tak tersentuh oleh pengendara yang biasanya antri untuk melaju. 

Orang orang itu baru muncul pada saat matahari naik ke tempat tertingginya, Siang hari. Matahari sedang terik teriknya, mereka tidak peduli. Yang terpenting, semua nafsu mereka terpenuhi. Menurut mereka, mereka ini adalah pekerja keras. Pekerja yang tak pantang oleh waktu. Bagi mereka, waktu itu hanyalah sebuah angka yang tidak berharga. Tetapi nyatanya, Pagi hari yang lebih dulu bekerja untuk menyapa para insan yang katanya pekerja keras itu. Bahkan, sinar matahari pagi itu kadang belum juga bisa menyadarkan mereka. Mereka tertidur bak orang yang tak tertidur sebulan penuh. 
Gambar 4.2 : Siswa sedang bermain di lapangan sekolah. (Dok. pribadi)

Nasib pagi hari mungkin masih lebih baik. Ternyata nasib siang hari jauh lebih malang. Memang, para insan sudah banyak berkeliran di sana sini. Tetapi tidak semua keluar untuk bekerja. Kebanyakan hanya untuk memenuhi nafsu dirinya. Makan ini itu, beli ini itu, dan lain sebagainya. Bukan untuk bekerja atau pun memenuhi kebutuhan biologis manusia. Kehidupan millenial itu memang kejam. Teknologi, gaya hidup modern serta kemudahan bekerja adalah racun yang membuat kita menjadi pemalas.  Namun bukan berarti kita harus membiarkan dan terus mengikuti arus. Arus hidup yang tidak jelas tujuannya, yg membuat kita hilang ke arah yang tak jelas.

Pekerja keras itu bukan pekerja yang hanya terpatuk oleh tugas, frustasi saat tidak bisa mengerjakan sesuatu, bermalas malasan saat ada waktu senggang. Pekerja keras adalah pekerja yang bisa membagi waktu antara bekerja dan istirahat, tidak putus asa saat menemukan masalah, dan memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya. Energi adalah cikal bakal tumbuhnya kesadaran bekerja keras. Bayangkan, jika tanpa energi, apakah sebuah lampu bisa menyala?, apakah tanpa bahan bakar sebuah mesin bisa menyala? tentu tidak. Energi bukan tercipta, tetapi dicipta di dalam raga ini. Semangat dan optimis adalah modal untuk menciptakan energi.

Teruntuk saudara sebangsa dan setanah air, jangan jadikan hasil kerja keras pahlawan kemerdekaan Indonesia itu menjadi energi semata, Buat energi itu menjadi hal yang berguna, tidak terbuang secara cuma cuma. Gunakanlah energi itu untuk mengharumkan nama bangsa di mata internasional. Buatlah energi itu untuk menjadikan kita sebagai ENERGY OF ASIA!. 





Sunday, 18 December 2016

City Survey #2 : Bandarlampung, Kota tapis berseri.

Bandarlampung adalah kota yang tak asing bagi saya. Lahir, Tumbuh dan berkembang saya habiskan di kota ini. Dan lampung bagi saya bukan hanya sekedar kota biasa tetapi bagi saya ini adalah kota monokrom yang dimana melibatkan perasaan dan menimbulkan rasa kangen ketika tidak ada disana. Jadi Baper nih, wkwkwk..
Gambar 2.1 Pasar tengah, Bandarlampung (Dokumentasi Pribadi)

Oke, kembali ke topik awal, berhubung saya tinggal disini jadi saya gak menjelaskan secara detail soal perjalanan menuju Kota Bandarlampung. Buat anda yang ada di pulau jawa yang akan berpergian ke Bandarlampung dengan kendaraan darat, anda tidak perlu khawatir mobil anda rusak atau takut tidak nyaman dimobil. Karena, jalan trans Sumatra yang notabene melewati Lampung Sudah lebih baik daripada tahun tahun sebelumnya. Yaa..walaupun masih ada beberapa titik jalan yang masih berlubang dan berkubang. tapi tidak separah tahun tahun sebelumnya. Tapi bagi anda yang ada di pulau yang sama, Sumatra, anda harus berhati hati. pasalnya jalan Trans Sumatra di daerah atas belum ada perbaikan yang berarti. belum lagi masalah begal yang bikin cemas turis yang akan memasuki Lampung.
Sebagai warga Bandarlampung, saya sangat mengapresiasi kepada Pemkot Bandarlampung dan bangga atas kemajuan kota ini. Kemajuan Bandarlampung terasa begitu cepat, mulai dari segi Insfrastruktur Pendukung, Transportasi, Hiburan, Objek wisata dan masih banyak lagi. Sekarang, sudah banyak tempat tempat hiburan seperti Mall, Taman kota, Cafe, dll. Mau menginap? Bisa!. tersedia berbagai Kelas hotel dari tingkat melati sampai tingkat bintang 5 semua ada di bandarlampung. Walaupun kemajuannya masih terpaut jauh dari Tetangganya, Palembang. Tapi Pemkot Bandarlampung sudah menonjolkan kemampuannya untuk memajukan kota Bandarlampung.

Gambar 2.2 Gapura selamat datang Kota BandarLampung (Tribunnews.com)

untuk desitinasi jalan jalan pagi saya rekomendasikan untuk ke Tugu Adipura. Tugu Adipura biasanya ramai pada saat CFD. Dan pada saat CFD itulah banyak warga yang menghabiskan paginya untuk berolahraga atau hanya sekedar bersantai di pusat kota. Kegiatan yang dilakukan oleh warga sangat beragam. mulai dari berfoto foto, bermain sepeda, bersilahturahmi dan kumpul kumpul dengan komunitas, atau hanya duduk merenungi mantan :v. makanan pagi yang enak disantap di Bandarlampung adalah Bubur ayam van danoe. Rasanya? jangan diragukan lagi, racikan abang abangnya mampu memikat hati pelanggan. harganyapun ramah dikantong, berkisar dari harga 7.000 - 12.000 rupiah saja. Lokasinya pun ada di daerah CFD Adipura, tepatnya ada di samping kiri hotel Grand Anugrah Express.

Mau belanja pakaian murah muarah? saya rekomendasikan untuk ke Bambu Kuning atau Pasar tengah. disana terdapat banyak pilihan pakaian murah dan harganya sangat ramah dikantong jika kamu pinter pinter nawar. tidak hanya pakaian saja, tetapi ada berbagai macam dagangan dijajakan di pasar ini. mulai dari makanan, mainan, elektrnonik, perlengkapan ibadah semuanya ada disini. dan jangan sampai marah kalau pedagangnya nyindir ataupun memaksa beli dagangannya, itu cuma strategi pedangang belaka. dan saya menyarankan untuk selalu waspada pada barang berharga kamu, sedikit selip, hangus sudah kegiatan belanja kamu :v.

Untuk dari segi kearifan lokal, Bandarlampung memiliki catatan tersendiri. Jujur, warga Bandarlampung menurut saya cukup tertutup dan terkesan "semblewengan" dan sifatnya pun tidak lebih seperti orang desa. Jika dibandingkan dengan Kota Metro, saya lebih suka warga di Metro yang notabene masih terkesan kampungan dan sederhana. Saya kasih contoh simplenya, Berkendara. Kebanyakan warga Bandarlampung sering menerobos lampu merah dan tidak taat dengan tatib lalu lintas lainnya. Adu klakson, saling tabrak, Nafsuan itulah pemandangan sehari hari di jalanan Ibu Kota Lampung ini. Saya harap setiap warga memiliki kesadaran tersendiri dalam mengahapi semua kondisi, termasuk seperti ini.

Akhirnya kita sampai di penghujung artikel. Sebenarnya masih banyak sekali cerita saya untuk kota ini. berhubung tangan saya pegel untuk nulis dan mungkin kamu udah mulai ngantuk karena baca artikel ini, lebih baik saya sudahkan terlebih dahulu.

Bandarlampung merupakan kota penuh dengan warna warni kehidupan. disini terlihat bahwa banyak sekali macam macam sifat warga disini. dan saya senang tinggal dan sekaligus menjadi bagian dari warga Bandarlampung ini. Karena keberagaman, Keunikan dan Kemajuan ini yang menjadikan Bandarlampung sebagai Kota Tapis Berseri yang penuh dengan warna warni kehidupan.

Terimakasih sudah membaca artikel ini. lebih kurangnya saya mohon maaf dan akhir kata, Have a nice day!.

Salam Hangat
-Muhammad Fathan Fakhran




City Survey #1 : Metro, Kota kecil nan hijau.

Semua tugas untuk tahun ini sudah lepas, saatnya untuk berlibur menikmati anugrah tuhan yang indah ini. Kota pertama sanjungan saya adalah Kota Metro, Lampung. Perjalanan dari kota Bandarlampung ke Kota Metro berkisar 1-1,5 jam. Sepanjang perjalanan, saya melihat banyaknya hamparan sawah, pohon dan lancarnya arus air irigasi. Jalan menuju Kota Metro terbilang kecil, jadi saya harus bersabar menunggu antrian kendaraan yang padat. Tanda - Tanda bahwa anda sudah dekat Kota Metro adalah banyaknya toko kecil terbuat dari bambu dekat sawah yang menjajakan aneka buah buahan segar dengan harga yang lumayan terjangkau.
Gambar 1.1 Terminal Kota Metro (Dokumentasi Pribadi)

Setelah melewati jalan yang sempit nan padat, akhirnya saya pun sampai di tujuan saya Kota Metro. Diawali dengan gapura selamat datang, mata saya langsung tertuju oleh banyaknya pohon pohon yang menemani saat melewati jalan Kota Metro. Jalanan kota metro bisa dibilang lumayan lega. tapi anda harus berhati hati karena banyak tikungan disini. Setelah sekitar 500 m tanpa pemandangan khas kota, saya pun langsung disungguhkan ruko ruko dan GSG Metro. Walaupun sudah memasuki pusat kota, Metro tetap tidak mengecewakan para turisnya. Pasalnya, pohon pohon besar nan hijau selalu ada di setiap jalan kota Metro. Jarang saya menemukan kota yang sangat hijau seperti Metro ini. 

Gambar 1.2 Masjid Agung Taqwa Metro (Dokumentasi Pribadi)


Setelah berkendara 1 km dari perempatan pertama, akhirnya saya menemukan perempatan inti Kota Metro. Bisa dibilang itu adalah Bundaran HI-nya Metro. Belok kanan kamu bisa menuju pasar pusat Elektronik Kota Metro, belok kiri kamu bisa ke terminal Kota Metro dan pasar pusat tradisional Kota Metro, bila lurus kamu akan disungguhkan komplek perkantoran dan Masjid Agung Taqwa. di Masjid Taqwa terdapat alun alun kota dan taman merdeka didepan Masijid Taqwa. Kamu bisa bermain mengajak teman teman atau keluarga anda ke alun alun kota maupun taman merdeka. disana juga terdapat PKL yang berjualan Makanan khas jalanan. Walaupun kota, masyarakat di Metro itu sangat tertib berkendaraan. jarang terjadi saling adu klakson, ribut ribut dan sangat cinta perdamaian.

Alasan saya ke Metro salah satunya adalah mencoba makanan disini. saya disarankan oleh kolega saya untuk mencoba Sate Saleh. Sate saleh terkenal karena porsi jumbo dan keenakan daging satenya. karena penasaran, saya langsung bergegas ke tempat sate saleh berada. tetapi..sangat disayangkan, Sate sudah ludes terjual. menurut orang disekitar area itu, sate saleh selalu ludes terjual sebelum jam 14:00. Jadi jika mau menikmati Sate ini, kamu harus datang sebelum jam Istirahat kantor agar tidak "kecolongan" lagi. Karena habis, saya direkomendasikan ke tempat yang lain. masih satu jenis makanan tapi beda tempat. namanya Sate Banyumas Parman. Lokasinya berada di depan terminal. Selain sate, Banyumas Parman juga menyediakan gule, tonseng, dll. untuk rasa, yang pasti ada rasa manis dan gurih khas sate tapi yang membuat beda adalah, bumbu satenya. untuk lidah saya, bumbunya ini mirip bumbu ikan bakar :v. selain itu, rasanya sama saja seperti sate pada umum

Akhirnya sampai juga di ujung Artikel. Banyak hal yang bisa saya dapatkan di Kota Metro. Suasana yang Asri, Kota yang mempunyai segudang fasilitas dalam satu tempat, warga yang ramah sampai Kuliner yang menggoyang lidah semua ada di Metro. Saya harap pemerintah dan masyarakat Metro bisa mempertahankan kulitas dan menjaga Keasrian kota nan kecil ini.

Salam Hangat
-Muhammad Fathan Fakhran